KELUARGA, PERJANJIAN JEKAL
Keluarga adalah institusi yang di bentuk Tuhan. Inisiatif untuk membetuk keluarga dikarenakan Allah melihat dan peduli akan kebutuhan Adam.
Kejadian 2:18, TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Allah melihat bahwa kesendirian bagi Adam itu tidak baik. Oleh karena itu Hawa diciptakan untuk menjadi penolong bagi Adam. Jadi Hawa adalah kesempurnaan bagi Adam untuk memenuhi keterbatasan Adam.
Kata 'tidak baik manusia itu seorang diri' mengacu kepada kerinduan Allah untuk melihat;
A. Adam yang berbahagia
B. Adam yang dikuatkan
C. Adam yang menyembah dalam keluarga (persekutuan). (Lihat topik 4 Juni 2017, Pengantin itu adalah Gereja).
Bahwa keluarga adalah bentukan Tuhan, maka dimana ada pekerjaan Tuhan yang membangun, di areal itu juga iblis akan mencoba merusaknya. Oleh karena itu belajar mengenal ciri khas cara masuk iblis dalam areal rencana Allah di dalam manusia, akan membuat kita semakin berjaga dan tidak memandang remeh.
Kejadian 3:1-3,
1) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2) Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3) tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
4) Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5) tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
I. Komunikai. Iblis mengiring Hawa untuk melayani percakapan
II. Melihat. Iblis mengiring Hawa untuk melihat buah itu menggiurkan.
III. Pikiran. Iblis mengiring Hawa untuk berpikir bukan taat perintah Allah.
IV. Keinginan. Iblis mengiring Hawa untuk mengetahui apa itu berkuasa, menjadi seperti Allah.
Marilah kita menyadari bahwa keluarga adalah inisitif Tuhan. Segala yang dilakukan Tuhan pasti ada maksud dan manfaat. Allah rindu setiap keluarga dalam persekutuan menyembah Dia. Melalui penyembahan keluarga, Allah mau mengajarkan pola dan cara hidup didalam kekekalan.
Firman Tuhan berkata:
2 Samuel 23:5. Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?
Gambaran kekekalanpun Allah gambarkan melalui institusi inisiatifnya yaitu KELUARGA.
Oleh karena itu, sebagai orang percaya, kita harus memahami tujuan dan arti berkeluarga sesuai prinsip Allah.
Hal-hal yang perlu dihindari dalam membangun keluarga adalah;
1. Pusat rekreasi bukan hal yang serius.
Yaitu menikmati disaat membutuhkan saja, kalau tidak dibutuhkan keluarga itu dijaga demi status sosial.
2. Hanya permainan orang dewasa bukan karena kebutuhan.
Menikah karena sudah dewasa, sehingga rumah tanggah dilakoni seperti bermain sendiwara.
3. Menguntungkan bukan karena Perjanjian.
Membangun keluarga demi keuntungan hidup, bukan atas komitmen.
Ingat, keluarga adalah perjanjian kekal makanya tidak ada perceraian. Jika hari-hari ini saudara sedang mengalami permasalahan keluarga yang besar, ingat perceraian bukan jalan keluar, tetapi BERTOBAT itulah jalan keluar.
Matius 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Tuhan berkati..!