Kamis, 26 Januari 2017

ORANG YANG BERJALAN DENGAN TUHAN

Orang Yang Berjalan Dengan Tuhan Paham Apa Itu Korban

Dalam konteks Perjanjian Lama, persembahan kepada Allah adalah korban yang dipersembahkan diatas mezbah. Para tokoh Alkitab Perjanjian Lama sangat memahami korban mezbah yang dipersembahkan kepada Allah.
Zaman sebelum Hukum Taurat dan segala aturan hidup yang tertib diberikan kepada Musa, mezbah korban telah menjadi sarana ibadah manusia dengan Allah pencipta.
Ingatlah Nuh waktu turun dari Bahtera setelah seratus lima puluh hari mengapung diatas air, mempersembahkan korban diatas mezbah.

Pada zaman Musa, secara spesifik Allah menyuruh Musa mengatur ibadah yang didalamnya ada prosesi mempersembahkan korban, dengan cara Allah.
Dalam Tabernakel (Kemah Musa), Allah sendiri yang memberikan peraturan imam untuk mengatur cara mempersembahkan korban yang kudus dan tak bercela. Maksud dan tujuan petunjuk Allah ini adalah membedakan korban persembahan kepada Allah dengan korban persembahan yang dilakukan kepada dewa-dewa bangsa lain.

Tabernakel yang ada ditengah-tengah orang Israel, adalah bayangan dari Kristus yang berdiam (berada) ditengah-tengah bangsa Israel. (Ibrani 10:1,  Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.) Syukur kepada Allah di dalam nama Tuhan Yesus, bahwa hari ini Kristus bukan lagi bayangan dalam kehidupan kekristenan kita melainkan dia nyata dan diam di dalam setiap pribadi dalam karya Roh Kudus yang ajaib.

Bagaimana prosesi korban persembahan dalam ibadah hukum Taurat? Ingat, ada dua mezbah dalam Tabernakel. Mezbah pertama adalah tempat korban penebusan yang berada di halaman. Tetapi korban yang kedua adalah korban syukur, ini berbicara tentang penyembahan dan pujian yang menyenangkan hati Allah. Tempatnya bukan lagi di halaman melainkan di ruang kudus. Diruang ini benar-benar kudus, karena yang bisa masuk didalamnya hanyalah para imam yang harus memenuhi standar kekudusan Allah.
Sekali lagi, bahwa dalam konteks ibadah Tabernakel, Kristus hanya bayangan, tetapi bagi kita yang hari ini hidup dalam zaman kasih karunia, yang dilayakan untuk ke tempat suci Tuhan melalui korban keselamatan Kristus diatas kayu salib dan setelah dalam karya keselamatan Kristus (hidup dalam pertobatan), kita dilayakan Tuhan membawa korban persembahan imam, yaitu pujian dan penyembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Inilah hal luar biasa yang telah dilakukan Tuhan Yesus bagi kita.

Sama seperti tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama memahami bahwa mezbah korban syukur sangat menyenangkan hati Tuhan, dan kemudian Musa diperintahkan Tuhan untuk melakukan ibadah yang menyenangkan hati Tuhan lewat pelayanan imam didalam ruang suci, demikian kita juga harus melakukan hal yang sama sebagai ungkapan syukur atas semua anugerah dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita.

Ingatlah, Tuhan telah memberikan hidup-Nya kepada kita supaya kita yang berdosa menjadi kudus dan layak memberikan korban syukur kepada Dia yang memang layak menerimanya.
Oleh karena itu, persembahan bagi orang Kristen di zaman kasih karunia ini mempunyai hubungan yang strategis dengan Bapa di surga. Karena hanya orang benar-benar hidupnya berjalan dengan Tuhan paham bahwa mezbah korban syukur (PERSEMBAHAN) adalah sarana rohani yang menjaga hubungannya dengan Bapa di surga serta itulah cara menyenangkan hati-Nya.

Saudara tidak akan pernah kekurangan atau habis segala harta benda oleh karena memberikan persembahan kepada Tuhan. Bawalah segala persembahan syukur kepada Allah ditempat dimana saudara berjemaat. Ingat, hal yang perlu dibawa sebagai persembahan yang menyenangkan hati Tuhan adalah; 1. Kehidupan kita,  2. Memuji dan menyembaha Dia,   3. Berikan persembahan sebagai korban syukur..  Jangan balik urutan ini. Jangan hanya memberikan persembahan di gereja tetapi kehidupan kita justru dipersembahkan kepada keinganan hawa nafsu saja. Atau memuji dan menyembah Tuhan tanpa persembahan alias kikir.. Fakta Alkitab justru mengingatkan kita bahwa oleh karena persembahan yang menyenangkan hati Tuhan itulah kita semakin diberkati dalam segala kelimpahan. Bacalah kisah Ayub, yang oleh karena selalu menjaga hubungannya dengan Tuhan melalui koban mezbah, maka hidupnya dilindungi dan diberkati Allah. Sesaat saja Ayub dicobai oleh karena keinginan iblis, namun setelah kesetiaan Ayub teruji, Allah memberkati dia melebihi apa yang pernah dia dapatkan sebelumnya. Justru kejadian yang dialami oleh Ananias dan Safira dalam Kisah Rasul 5:1-11, itulah menjadi peringatan akan kita, supaya kita juga dapat mempermuliakan Tuhan dengan berkat kekayaan. Amsal 3:9-10, Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Rabu, 11 Januari 2017

SYARAT UNTUK LEBIH DALAM BERSAMA YESUS





2017, DEEPER WITH JESUS
SYARAT UNTUK LEBIH DALAM BERSAMA YESUS

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya. (Mazmur 108:15-18)

Apa yang kita banggakan dari hidup yang singkat ini? Pada akhirnya kematianlah yang memisahkan kita dengan semua kenyataan di dunia ini. Pada saat itulah semua lembaran kehidupan ditutup lalu kita mulai masuk dalam fase ‘yang dilupakan’ orang.

Alkitab berkata, walau hidup kita bisa seharum bunga di padang (prestasi dan segala keberhasilan), tetapi pada akhirnya ada masa, dan kita dilupakan. Generasi demi generasi akan berganti, dan kita tidak diingat lagi. Waktu berjalan dalam lintasannya dan melalukan semua tapak hidup kita.

Namun ada hal yang berbeda ketika kehidupan ini diarahkan dalam rencangan Tuhan. Ya, kita bisa berlalu dan dilupakan zaman, tetapi orang-orang yang dipelihara dalam kasih setia Tuhan, tak sedetikpun akan dilupakan Tuhan. Kita semua pasti terpelihara dalam kasih setia Tuhan, baik hidup di dunia ini maupun hidup dalam kekekalan bersama Kristus di surga. Pada kondisi dunia yang penuh dengan ketidakadilan ini, Tuhan menjanjikan keadilan yang abadi bagi kita dan anak-cucu kita kemudian. Haleluya, terpujilah Kristus Tuhan kita.

Bagaimana supaya kasih setia Tuhan tetap terjaga dalam kehidupan kita? Didalam bingkai Thema pelayanan tahun 2017 Gereja Bethany Indonesia “Shekinah Glory” Sorong, maka langkah awal sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan Tuhan Yesus, hal prinsip yang perlu kita lakukan adalah:

1.       MEMBANGUN MEZBAH

Kisah menarik yang terekam dalam kehidupan Nuh, adalah menjadi contoh dan syarat mutlak bagi kita untuk hidup terpelihara dalam kasih karunia dan supaya kita bisa “Deeper with Jesus” selalu.
Kejadian 8:20-21:   Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
Nuh adalah prodak manusia yang diselamatkan Tuhan pada peristiwa air bah.  Hal yang menarik untuk kita petik dari apa yang dilakukan Nuh adalah:
a.       Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN.  Ketika Nuh menginjakkan kakinya di bumi setelah air bah surut, yang dilakukannya adalah mendirikan mezbah. Sesungguhnya inilah rahasia, mengapa Nuh mendapat kasih karunia Tuhan sehingga diluputkan dari bah. Alasannya Karena sebelum peristiwa air bah, Allah melihat manusia ciptaanNya telah rusak perilakunya. Tetapi Nuh berbeda. Dimana letak perbedaannya? Oh ternyata kebiasaan membangun mezbah bagi seorang Nuh, bukan waktu turun dari bahtera saja tetapi sudah dilakukannya sebelum peristiwa air bah ini terjadi. Jadi yang membuat Allah berkenan menyelematkan Nuh (dan keluarganya) adalah, NUH MEMPUNYAI MEZBAH.
Semua kita yang hidup dalam keselamatan yang sudah Tuhan berikan, wajib membangun mezbah (pribadi maupun keluarga). Apa yang dimaksudkan dengan Mezbah bagi kita di zaman ini? Yaitu persekutuan pribadi (juga keluarga) dengan Tuhan, yang perlu terus terbangun dan terjaga melalui Doa ucapan syukur setiap pagi.
b.      Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu. Bau korban bakaran diatas mezbah adalah kesukaan bagi Allah. Keharuman korban mezbah Nuh itu telah merubah bumi yang terkutuk oleh Karena dosa Adam dan Hawa, menjadi bumi yang diberkati dalam “pekerjaan pengolahan” oleh manusia keturunan Nuh.
Setiap kali kita menaikan doa dan ucapan syukur, didalamnya ada rasa hormat, pujian dan penyembahan bagi Allah, Allah menciumnya sebagai keharuman yang sangat menyenangkan hatiNya.

2.       BAWA PERSEMBAHAN

Setiap persembahan yang dinaikan dengan rasa syukur dan hormat akan Tuhan, Tuhan selalu melihatnya sebagai korban. Ingat perkataan ini; Allah menikmati korban, manusia menikmati hasil.
Bagi orang yang diselamatkan, arti persembahan bagi Tuhan sangatlah mendasar sebagai akibat dari hidup dalam berkat dan pemeliharaan Tuhan.
Pahamilah, Tuhan kita bukan kekurangan sehingga dia butuh biaya hidup lewat persembahan manusia. Tetapi Allah kita rindu menikmati persembahan kita sebagai korban yang harum yang menyenangkan hati-Nya. Ketika kita tahu memberikan persembahan kita sebagai korban syukur kepada Allah, hidup kita akan terpelihara dalam berkat Tuhan. Sebab dengan memberikan persebahan kepada Allah, berarti kita sedang memelihara hubungan antara kita dengan Allah melalui rasa hormat.
Lihatlah bagaimana Abraham telah diberkati luar biasa ketika dia tahu mengucap syukur dan memberikan PERSEMBAHAN SEPERSEPULUH kepada Allah melalui Melkidesedek, Imam Allah yang maha tinggi itu.
Kejadian 14:18-20, Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
Hal yang sama juga kemudian dilakukan oleh Yakub. Saat melarikan diri dari kejaran kakaknya, Esau, dalam perjumpaan dengan Tuhan di Bethel, saat Yakub belum mempunyai apa-apa, janjinya yaitu memberikan sepersepuluh dari setiap berkat yang dia dapatkan dari pekerjaannya.
Kejadian 28:22, Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
Hasilnya, di rumah Laban, seorang yang penuh dengan tipu muslihat, Tuhan telah menepati janji-Nya kepada Yakub untuk memelihara dan membuat menjadi sangat kaya.

Ingat, Persembahan Persepuluhan MILIK TUHAN dan KUDUS.
Imamat 27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
Memberikan Persembahan Persepuluhan berarti membuat Tuhan yang paling Utama.
Amsal 28:9-10 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Tahun pelayanan 2017, kita mau “Deeper with Jesus”, hal yang pertama yang perlu kita lakukan adalah; BANGUN MEZBAH dan BAWA KORBAN PERSEMBAHAN.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…

Selasa, 03 Januari 2017

Deeper With Jesus

Ringkasan Khotbah 1 Jan 2017, Ps. Willem R. Latuny

Shallom,

Memasuki tahun 2017 ini, saya mengajak jemaat Tuhan di Bethany Shekinah Glory (BSG) Sorong untuk hidup lebih sungguh-sungguh dengan Tuhan.

Aplikasi kesungguhan ini akan kita jalani bersama dalam thema pelayanan tahun ini; "DEEPER WITH JESUS" (Lebih dalam bersama Yesus).

Marilah kita sama-sama memahami realita yang tidak terbantahkan tentang perjalanan rohani kita. Faktanya, kita akan nenemui dua tipe manusia yang hidup di penghujung akhir zaman, yaitu manusia yang hidup di dalam Tuhan dan manusia yang hidup di luar Tuhan.

1. Kelompok manusia yang hidup dalam Tuhan, adalah orang-orang yang tetap hidup dalam persekutuan kudus, dengan melihat gesekan (besi menajamkan besi..., Ams 27:17) adalah proses pendawasaan dan ketaatan kepada Tuhan.
2. Kelompok yang hidup di luar Tuhan, adalah orang-orang yang ;
a).  Tidak menerima pembentukan Tuhan dan memilih keluar dari persekutuan sebagai jalan keluar (dengan harapan di tempat yang baru, mereka akan menemukan air tenang).
b). Menolak pertobatan sebagai pembaharuan hidup (Mark 1:5, Kis 19:5), dan merasa sudah cukup dengan keadaannya.
c). Tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, berbagai upaya manusia dengan kemampuan sendiri untuk datang kepada Tuhan, gagal total.
Manusia mencoba membangun hubungan dengan Tuhan melalui;
@ Adat. Manusia berpikir, dengan memiliki norma hidup yang baik, hubungan dengan Allah bisa terjalin. Hal ini malah membuat nanusia terjebak dalam animisme dan dinamisme.
@ Kebaikan. Kemudian manusia berpikir, dengan banyak berbuat kebaikan, kepuasan perasaan ini juga akan dirasakan Tuhan. Akhirnya manusia terjebak dalam pandangan kebaikan menurut pikirannya sendiri, yang justru menjadi bertentangan dengan kebaikan versi orang/kelompok lain.
@ Ilmu. Akhirnya manusia merasa bahwa ilmu pengetahuan akan membawa orang menjadi beradap dan dapat membimbing orang kepada Tuhan dengan banyak mengetahui dan mendalami kosmos.
@ Agama. Puncak keputusasaan manusia dalam mencari Tuhan akhirnya jatuh pada pilihan terakhir, yaitu Agama. Dalam pemahaman yang supranatural, keyakinan ini diramu sebagai jalan untuk ketemu dengan Tuhan. Pada awalnya ini adalah solusi keyakinan yang mumpuni. Namun apa yang terjadi  kemudian, kekerasaan, pemaksaan, serta teror atas nama agama sebagai militansi pengamalan ajaran agama, telah membawa manusia kepada berbagai tragedi krisis horisontal.
@ Agama, Ilmu, Kebaikan, dan Adat, ramuan kesatuan ini mengakhiri pencarian manusia kepada Tuhan dengan cara, HARUS ADA YANG MENJADI TUHAN. Inilah masa antikris berkuasa sesuai dengan nabuatan Alkitab (Wahyu 16:12-14)

Tetapi syukur kepada Allah di dalam nama Tuhan Yesus, yang oleh kasih karunia telah memilih kita sebelum dunia dijadikan supaya menjadi umat yang layak kepadaNya. OlehNya kita semua telah memperoleh pengenalan akan Kristus, yang bagi orang yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, adalah kehinaan, tetapi bagi kita adalah kekayaan, memperkenalkan kepada kita bahwa hanya dua (2) tipe manusia yang hidup di penghujung akhir zaman ini, yaitu;
- Manusia Kristus
- Manusia antiKristus

Pahamilah pernyataan ini dalam realita iman, Adam adalah Allah yang kelihatan di bumi, dan Eden adalah surga yang hadir bagi Adam. Oleh karena itu dalam konteks Perjanjian Baru, Kristus adalah Adam yang kedua, yang lahir dari Roh dan menjadikan kita adalah manusia roh. Eden bagi kita bukanlah sebuah tempat lagi tetapi merujuk kepada komunitas (tematNya) dimana di dalamnya Allah berkerajaan. Kerajaan ini adalah Persekutuan Orang Percaya yang didiami oleh MANUSIA KRISTUS.

Dalam konteks inilah, memasuki Tahun 2017, Bethany Shekinah Glory Sorong, harus menjadi komunitas yang dihuni oleh Manusia Kristus.
Konsekwensi menjadi Manusia Kristus, kita harus lebih sungguh-sungguh berjalan dengan Kristus. Kita harus lebih dalam bersama Krustus.

Lukas 5:4; Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
Saudara mau melihat karya Tuhan lebih besar, lebih banyak, bahkan lebih ajaib?  "bertolaklah ke tempat yang dalam", lebih dalamlah bergaul dengan Tuhan, lebih dalam lagi mendengar suaraNya, andalkan DIA dalam hidupmu; ANDA PASTI MENJADI ORANG BERHASIL

Kami telah membagikan bacaan Alkitab selama setahun. Bacalah secara rutin, dan temukan lebih dalam, lebih banyak kekayaan surgawi.

Selamat memasuki Tahun 2017, Imanuel.