2017, DEEPER WITH JESUS
SYARAT UNTUK
LEBIH DALAM BERSAMA YESUS
Adapun
manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia
berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya
tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai
selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak
cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk
melakukan titah-Nya. (Mazmur 108:15-18)
Apa yang kita banggakan dari hidup yang singkat ini? Pada akhirnya
kematianlah yang memisahkan kita dengan semua kenyataan di dunia ini. Pada saat
itulah semua lembaran kehidupan ditutup lalu kita mulai masuk dalam fase ‘yang
dilupakan’ orang.
Alkitab berkata, walau hidup kita bisa seharum bunga di padang (prestasi
dan segala keberhasilan), tetapi pada akhirnya ada masa, dan kita dilupakan.
Generasi demi generasi akan berganti, dan kita tidak diingat lagi. Waktu berjalan
dalam lintasannya dan melalukan semua tapak hidup kita.
Namun ada hal yang berbeda ketika kehidupan ini diarahkan dalam rencangan
Tuhan. Ya, kita bisa berlalu dan dilupakan zaman, tetapi orang-orang yang
dipelihara dalam kasih setia Tuhan, tak sedetikpun akan dilupakan Tuhan. Kita
semua pasti terpelihara dalam kasih setia Tuhan, baik hidup di dunia ini maupun
hidup dalam kekekalan bersama Kristus di surga. Pada kondisi dunia yang penuh
dengan ketidakadilan ini, Tuhan menjanjikan keadilan yang abadi bagi kita dan
anak-cucu kita kemudian. Haleluya, terpujilah Kristus Tuhan kita.
Bagaimana supaya kasih setia Tuhan tetap terjaga dalam kehidupan kita?
Didalam bingkai Thema pelayanan tahun 2017 Gereja Bethany Indonesia “Shekinah
Glory” Sorong, maka langkah awal sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan
Tuhan Yesus, hal prinsip yang perlu kita lakukan adalah:
1. MEMBANGUN
MEZBAH
Kisah menarik yang terekam dalam kehidupan
Nuh, adalah menjadi contoh dan syarat mutlak bagi kita untuk hidup terpelihara
dalam kasih karunia dan supaya kita bisa “Deeper
with Jesus” selalu.
Kejadian
8:20-21: Lalu Nuh mendirikan mezbah
bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang
tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran
di atas mezbah itu. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu,
berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi
karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak
kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah
Kulakukan.
Nuh adalah prodak manusia yang diselamatkan
Tuhan pada peristiwa air bah. Hal yang
menarik untuk kita petik dari apa yang dilakukan Nuh adalah:
a. Lalu
Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN. Ketika Nuh menginjakkan kakinya di bumi
setelah air bah surut, yang dilakukannya adalah mendirikan mezbah. Sesungguhnya
inilah rahasia, mengapa Nuh mendapat kasih karunia Tuhan sehingga diluputkan
dari bah. Alasannya Karena sebelum peristiwa air bah, Allah melihat manusia
ciptaanNya telah rusak perilakunya. Tetapi Nuh berbeda. Dimana letak
perbedaannya? Oh ternyata kebiasaan membangun mezbah bagi seorang Nuh, bukan
waktu turun dari bahtera saja tetapi sudah dilakukannya sebelum peristiwa air
bah ini terjadi. Jadi yang membuat Allah berkenan menyelematkan Nuh (dan
keluarganya) adalah, NUH MEMPUNYAI MEZBAH.
Semua kita yang hidup dalam keselamatan yang
sudah Tuhan berikan, wajib membangun mezbah (pribadi maupun keluarga). Apa yang
dimaksudkan dengan Mezbah bagi kita di zaman ini? Yaitu persekutuan pribadi
(juga keluarga) dengan Tuhan, yang perlu terus terbangun dan terjaga melalui
Doa ucapan syukur setiap pagi.
b. Ketika
TUHAN mencium persembahan yang harum itu. Bau korban bakaran diatas mezbah adalah kesukaan bagi Allah. Keharuman korban
mezbah Nuh itu telah merubah bumi yang terkutuk oleh Karena dosa Adam dan Hawa,
menjadi bumi yang diberkati dalam “pekerjaan pengolahan” oleh manusia keturunan
Nuh.
Setiap kali kita menaikan doa dan ucapan
syukur, didalamnya ada rasa hormat, pujian dan penyembahan bagi Allah, Allah
menciumnya sebagai keharuman yang sangat menyenangkan hatiNya.
2. BAWA
PERSEMBAHAN
Setiap persembahan yang dinaikan dengan rasa
syukur dan hormat akan Tuhan, Tuhan selalu melihatnya sebagai korban. Ingat
perkataan ini; Allah menikmati korban, manusia menikmati hasil.
Bagi orang yang diselamatkan, arti
persembahan bagi Tuhan sangatlah mendasar sebagai akibat dari hidup dalam
berkat dan pemeliharaan Tuhan.
Pahamilah, Tuhan kita bukan kekurangan
sehingga dia butuh biaya hidup lewat persembahan manusia. Tetapi Allah kita
rindu menikmati persembahan kita sebagai korban yang harum yang menyenangkan
hati-Nya. Ketika kita tahu memberikan persembahan kita sebagai korban syukur
kepada Allah, hidup kita akan terpelihara dalam berkat Tuhan. Sebab dengan
memberikan persebahan kepada Allah, berarti kita sedang memelihara hubungan antara
kita dengan Allah melalui rasa hormat.
Lihatlah bagaimana Abraham telah diberkati
luar biasa ketika dia tahu mengucap syukur dan memberikan PERSEMBAHAN SEPERSEPULUH
kepada Allah melalui Melkidesedek, Imam Allah yang maha tinggi itu.
Kejadian
14:18-20, Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam
Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah
kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan
terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke
tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
Hal yang sama juga kemudian dilakukan oleh
Yakub. Saat melarikan diri dari kejaran kakaknya, Esau, dalam perjumpaan dengan
Tuhan di Bethel, saat Yakub belum mempunyai apa-apa, janjinya yaitu memberikan
sepersepuluh dari setiap berkat yang dia dapatkan dari pekerjaannya.
Kejadian
28:22, Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari
segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan
sepersepuluh kepada-Mu."
Hasilnya, di rumah Laban, seorang yang penuh
dengan tipu muslihat, Tuhan telah menepati janji-Nya kepada Yakub untuk
memelihara dan membuat menjadi sangat kaya.
Ingat, Persembahan Persepuluhan MILIK TUHAN
dan KUDUS.
Imamat
27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil
benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah
persembahan kudus bagi TUHAN.
Memberikan Persembahan Persepuluhan berarti
membuat Tuhan yang paling Utama.
Amsal
28:9-10 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala
penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah,
dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
Tahun pelayanan 2017, kita mau “Deeper with Jesus”, hal yang pertama yang
perlu kita lakukan adalah; BANGUN MEZBAH dan BAWA KORBAN PERSEMBAHAN.
Tuhan Yesus memberkati kita semua…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar