Rabu, 11 Januari 2017

SYARAT UNTUK LEBIH DALAM BERSAMA YESUS





2017, DEEPER WITH JESUS
SYARAT UNTUK LEBIH DALAM BERSAMA YESUS

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya. (Mazmur 108:15-18)

Apa yang kita banggakan dari hidup yang singkat ini? Pada akhirnya kematianlah yang memisahkan kita dengan semua kenyataan di dunia ini. Pada saat itulah semua lembaran kehidupan ditutup lalu kita mulai masuk dalam fase ‘yang dilupakan’ orang.

Alkitab berkata, walau hidup kita bisa seharum bunga di padang (prestasi dan segala keberhasilan), tetapi pada akhirnya ada masa, dan kita dilupakan. Generasi demi generasi akan berganti, dan kita tidak diingat lagi. Waktu berjalan dalam lintasannya dan melalukan semua tapak hidup kita.

Namun ada hal yang berbeda ketika kehidupan ini diarahkan dalam rencangan Tuhan. Ya, kita bisa berlalu dan dilupakan zaman, tetapi orang-orang yang dipelihara dalam kasih setia Tuhan, tak sedetikpun akan dilupakan Tuhan. Kita semua pasti terpelihara dalam kasih setia Tuhan, baik hidup di dunia ini maupun hidup dalam kekekalan bersama Kristus di surga. Pada kondisi dunia yang penuh dengan ketidakadilan ini, Tuhan menjanjikan keadilan yang abadi bagi kita dan anak-cucu kita kemudian. Haleluya, terpujilah Kristus Tuhan kita.

Bagaimana supaya kasih setia Tuhan tetap terjaga dalam kehidupan kita? Didalam bingkai Thema pelayanan tahun 2017 Gereja Bethany Indonesia “Shekinah Glory” Sorong, maka langkah awal sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan Tuhan Yesus, hal prinsip yang perlu kita lakukan adalah:

1.       MEMBANGUN MEZBAH

Kisah menarik yang terekam dalam kehidupan Nuh, adalah menjadi contoh dan syarat mutlak bagi kita untuk hidup terpelihara dalam kasih karunia dan supaya kita bisa “Deeper with Jesus” selalu.
Kejadian 8:20-21:   Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
Nuh adalah prodak manusia yang diselamatkan Tuhan pada peristiwa air bah.  Hal yang menarik untuk kita petik dari apa yang dilakukan Nuh adalah:
a.       Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN.  Ketika Nuh menginjakkan kakinya di bumi setelah air bah surut, yang dilakukannya adalah mendirikan mezbah. Sesungguhnya inilah rahasia, mengapa Nuh mendapat kasih karunia Tuhan sehingga diluputkan dari bah. Alasannya Karena sebelum peristiwa air bah, Allah melihat manusia ciptaanNya telah rusak perilakunya. Tetapi Nuh berbeda. Dimana letak perbedaannya? Oh ternyata kebiasaan membangun mezbah bagi seorang Nuh, bukan waktu turun dari bahtera saja tetapi sudah dilakukannya sebelum peristiwa air bah ini terjadi. Jadi yang membuat Allah berkenan menyelematkan Nuh (dan keluarganya) adalah, NUH MEMPUNYAI MEZBAH.
Semua kita yang hidup dalam keselamatan yang sudah Tuhan berikan, wajib membangun mezbah (pribadi maupun keluarga). Apa yang dimaksudkan dengan Mezbah bagi kita di zaman ini? Yaitu persekutuan pribadi (juga keluarga) dengan Tuhan, yang perlu terus terbangun dan terjaga melalui Doa ucapan syukur setiap pagi.
b.      Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu. Bau korban bakaran diatas mezbah adalah kesukaan bagi Allah. Keharuman korban mezbah Nuh itu telah merubah bumi yang terkutuk oleh Karena dosa Adam dan Hawa, menjadi bumi yang diberkati dalam “pekerjaan pengolahan” oleh manusia keturunan Nuh.
Setiap kali kita menaikan doa dan ucapan syukur, didalamnya ada rasa hormat, pujian dan penyembahan bagi Allah, Allah menciumnya sebagai keharuman yang sangat menyenangkan hatiNya.

2.       BAWA PERSEMBAHAN

Setiap persembahan yang dinaikan dengan rasa syukur dan hormat akan Tuhan, Tuhan selalu melihatnya sebagai korban. Ingat perkataan ini; Allah menikmati korban, manusia menikmati hasil.
Bagi orang yang diselamatkan, arti persembahan bagi Tuhan sangatlah mendasar sebagai akibat dari hidup dalam berkat dan pemeliharaan Tuhan.
Pahamilah, Tuhan kita bukan kekurangan sehingga dia butuh biaya hidup lewat persembahan manusia. Tetapi Allah kita rindu menikmati persembahan kita sebagai korban yang harum yang menyenangkan hati-Nya. Ketika kita tahu memberikan persembahan kita sebagai korban syukur kepada Allah, hidup kita akan terpelihara dalam berkat Tuhan. Sebab dengan memberikan persebahan kepada Allah, berarti kita sedang memelihara hubungan antara kita dengan Allah melalui rasa hormat.
Lihatlah bagaimana Abraham telah diberkati luar biasa ketika dia tahu mengucap syukur dan memberikan PERSEMBAHAN SEPERSEPULUH kepada Allah melalui Melkidesedek, Imam Allah yang maha tinggi itu.
Kejadian 14:18-20, Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
Hal yang sama juga kemudian dilakukan oleh Yakub. Saat melarikan diri dari kejaran kakaknya, Esau, dalam perjumpaan dengan Tuhan di Bethel, saat Yakub belum mempunyai apa-apa, janjinya yaitu memberikan sepersepuluh dari setiap berkat yang dia dapatkan dari pekerjaannya.
Kejadian 28:22, Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
Hasilnya, di rumah Laban, seorang yang penuh dengan tipu muslihat, Tuhan telah menepati janji-Nya kepada Yakub untuk memelihara dan membuat menjadi sangat kaya.

Ingat, Persembahan Persepuluhan MILIK TUHAN dan KUDUS.
Imamat 27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
Memberikan Persembahan Persepuluhan berarti membuat Tuhan yang paling Utama.
Amsal 28:9-10 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Tahun pelayanan 2017, kita mau “Deeper with Jesus”, hal yang pertama yang perlu kita lakukan adalah; BANGUN MEZBAH dan BAWA KORBAN PERSEMBAHAN.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar