Kamis, 10 Agustus 2017

RENCANA TUHAN TETAP BERJALAN

Rencana Tuhan Tetap Berjalan

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Inilah hal penting yang membedakan orang Kristen dengan yang bukan Kristen, karena kita hidup bukan karena takdir. Pemahaman takdir pasti akan membawa kita kepada fatalisme, yaitu tidak akan ada perubahan bagi seseorang bilamana sesuatu menimpa jalan hidupnya. Tetapi kita, karena Tuhan mau rencanaNya terealisasi dalam kehidupan kita, maka 'pelacur dari Samaria bisa berubah jalan hidupnya kala bertemu dan percaya kepada Tuhan Yesus'.
Tetapi ingat, rencana Tuhan.., bukan rencana kita. Sebab rencana kita sifatnya hanya sementara tidak akan membawa kita kepada kehidupan kekal.

Satu hal yang pasti bahwa Allah merancang kehidupan dengan rancangan damai sejahtera bukan saja di bumi tetapi sejahtera kita sampai kepada kekekalan.
Kadangkala kita terlalu fokus kepada masalah yang kita hadapi dan membuat mata hati dan pikiran kita menjadi tertutup untuk melihat jalan Tuhan. Sementara setiap masalah yang terjadi dalam hidup kita, bagi Tuhan, itu adalah jalan 'untuk belajar berharap teguh' kepada Tuhan, itu hanya suatu proses yang harus kita lewati karena fokus Tuhan kepada kita adalah; Dia ingin melihat hasil akhir.

Oleh karena itu penting untuk kita menyadari tiga hal ini, supaya kita terjaga dan tetap berjalan dalam 'rel' rencana Tuhan yang indah.

1. Kita harus sadar bahwa kita ada dalam rencana Tuhan yang besar.

Mazmur 92:5, Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.
Pikirkanlah hal ini, Tuhan membuat rancangan yang besar di dalam jagad raya oleh karena kita. Besar dan dalamnya rancangan Tuhan di alam semesta ini diperhadapkan kepada kita dan Dia mau kita terlibat didalamnya.
Bagaimana kita bisa terlibat? Sangat sederhana; dedikasikanlah dirimu untuk tunduk dalam setiap rencana Tuhan.
Apa saja pekerjaan Tuhan yang besar ini? Menciptakan ponsel tercanggih? Apakah proyek ruang angkasa? Atau menaklukan planet? Atau  bersiap menghadapi serbuan para elian? Ingatlah prestasi manusia yang mendaratkan pesawat Apolo 11 (pesawat ruang angkasa)ke bulan, dunia tercengang, tapi Tuhan tidak. Tetapi waktu manusia berdosa, Tuhan tercengang dan manusia biasa-biasa saja.
Oleh karena itu maksud Tuhan dalam pekerjaan besar adalah, menyelamatkan setiap manusia dari dosa dan membawa setiap manusia yang menerima keselamatan itu hidup dalam damai sejahtera dari bumi sampai ke Sorga.

2.  Kita harus sadar, kita bukan pembuat rancangan hidup.
Yesaya 55:8-9, Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. 

Kesadaran yang ke dua adalah, kita harus ingat bahwa saat kita membangun rencana hidup diluar Tuhan (tanpa percaya dan libatkan Tuhan) itu artinya kita memilih masa depan yang fana dan kita menjadi berlawanan dengan jalan Tuhan. Artinya apa? Artinya kita melawan Tuhan.
Rancangan manusia hanya setinggi alam semesta, tetapi tancangan Tuhan menjadikan alam semesta adalah bagian yang terkecil dan fana di bawah kekekalan.

3. Kesadaran untuk menerima rancangan Tuhan dibutuhkan 'ketaatan'.
Roma 9:6-8, Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

Tuhan telah menyatakan diri kepada Abraham dan mau merancangkan kehidupan masa depan (sampai anak-cucu) yang sejahtera bagi dia dan keturunanya. Untuk menjawab panggilan Tuhan itu Abaraham tidak membutuhkan sekolah yang tinggi, juga tidak dibutuhkan talenta yang memukau, tetapi hanya dengan "kesadaran taat', janji Tuhan terpenuhi dan terbukti kepada keturunanya bahkan sampai keturunan rohaninya (kita semua)

Ayub pada masa setelah ia melewati proses Tuhan yang dasyat memberikan pesan Tuhan kepada kita; "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal (Ayub 42:2)

Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita semua, amin..!

Jumat, 21 Juli 2017

KELUARGA. PART II

KELUARGA, PERJANJIAN JEKAL

Keluarga adalah institusi yang di bentuk Tuhan. Inisiatif untuk membetuk keluarga dikarenakan Allah melihat dan peduli akan kebutuhan Adam.
Kejadian 2:18, TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Allah melihat bahwa kesendirian bagi Adam itu tidak baik. Oleh karena itu Hawa diciptakan untuk menjadi penolong bagi Adam. Jadi Hawa adalah kesempurnaan bagi Adam untuk memenuhi keterbatasan Adam.
Kata 'tidak baik manusia itu seorang diri' mengacu kepada kerinduan Allah untuk melihat;
A. Adam yang berbahagia
B. Adam yang dikuatkan
C. Adam yang menyembah dalam keluarga (persekutuan). (Lihat topik 4 Juni 2017, Pengantin itu adalah Gereja).

Bahwa keluarga adalah bentukan Tuhan, maka dimana ada pekerjaan Tuhan yang membangun, di areal itu juga iblis akan mencoba merusaknya. Oleh karena itu belajar mengenal ciri khas cara masuk iblis dalam areal rencana Allah di dalam manusia, akan membuat kita semakin berjaga dan tidak memandang remeh.
Kejadian 3:1-3,
1) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2) Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3) tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
4) Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5) tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
I. Komunikai. Iblis mengiring Hawa untuk melayani percakapan
II. Melihat. Iblis mengiring Hawa untuk melihat buah itu menggiurkan.
III. Pikiran. Iblis mengiring Hawa untuk berpikir bukan taat perintah Allah.
IV. Keinginan. Iblis mengiring Hawa untuk mengetahui apa itu berkuasa, menjadi seperti Allah.

Marilah kita menyadari bahwa keluarga adalah inisitif Tuhan. Segala yang dilakukan Tuhan pasti ada maksud dan manfaat. Allah rindu setiap keluarga dalam persekutuan menyembah Dia. Melalui penyembahan keluarga, Allah mau mengajarkan pola dan cara hidup didalam kekekalan.
Firman Tuhan berkata:
2 Samuel 23:5. Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?
Gambaran kekekalanpun Allah gambarkan melalui institusi inisiatifnya yaitu KELUARGA.

Oleh karena itu, sebagai orang percaya, kita harus memahami tujuan dan arti berkeluarga sesuai prinsip Allah.
Hal-hal yang perlu dihindari dalam membangun keluarga adalah;
1. Pusat rekreasi bukan hal yang serius.
Yaitu menikmati disaat membutuhkan saja, kalau tidak dibutuhkan keluarga itu dijaga demi status sosial.
2. Hanya permainan orang dewasa bukan karena kebutuhan.
Menikah karena sudah dewasa, sehingga rumah tanggah dilakoni seperti bermain sendiwara.
3. Menguntungkan bukan karena Perjanjian.
Membangun keluarga demi keuntungan hidup, bukan atas komitmen.

Ingat, keluarga adalah perjanjian kekal makanya tidak ada perceraian. Jika hari-hari ini saudara sedang mengalami permasalahan keluarga yang besar, ingat perceraian bukan jalan keluar, tetapi BERTOBAT itulah jalan keluar.

Matius 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Tuhan berkati..!

Kamis, 15 Juni 2017

PENGANTIN PEREMPUAN ITU NAMANYA GEREJA

Pengantin adalah pasangan laki-laki dan perempuan dewasa yang berjanji untuk membentuk keluarga.
Dalam konteks iman dan percaya kita, marilah kita belajar tentang kerinduan Allah yang ingin melihat kesempurnaan Kristus melalui gereja-Nya.
Supaya kita mengerti bagaimana Gereja dapat mencapai puncak kehendak Allah di bumi, kita harus belajar dari kehadiran Hawa.

● Dalam Kejadian 2:18-23
18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
19 ..., 20 ..., 21 ...,
22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
Perempuan itu disebut Hawa.
● Dalam Efesus 5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
Perempuan itu  disebut Gereja.
● Dalam Wahyu 21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Perempuan itu disebut Pengantin.

Jadi perempuan dalam Kejadian pasal 2 adalah 'lambang dari Gereja', sedangkan perempuan dalam Efesus 5 adalah suatu realita tentang gereja Tuhan. Oleh karena itu kita dapat suatu pengertian tentang maksud dan tujuan Allah yaitu penciptaan Adam adalah lambang dari pada Kristus (1 Korintus 15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan),  dan penciptaan Hawa adalah lambang dari Gereja.

Sekarang mari kita lihat urutan rencana Allah yang indah bagi Gereja-Nya.
■ Pertama ■
Kejadian 2:18, TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Kata 'tidak baik' dalam kalimat diatas menunjukan bahwa visi Allah didepan adalah Kristus yang tidak sendirian, karena Allah ingin mendapatkan Kristus yang sempurna dan Gereja yang penuh dengan kemuliaan Allah.
Allah ingin mendapatkan Kristus dan Gereja sesuai dengan keinginan Allah, yaitu;
-  Kristus yang menang dan Gereja yang menang
-  Kristus yang mengalahkan iblis dan Gereja yang menggulingkan pekerjaan iblis
-  Allah ingin memiliki Kristus yang berkuasa dan memerintah bersama Gereja-Nya.
■ Kedua ■
Kejadian 2:18, TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Bagaimana proses Gereja lahir?
- Adam dibuat tertidur. Kata tertidur di tulis dalam bahasa Ibrani: Tar Day Mau yang berarti diistirahatkan, atau semacam mati suri.
- Dari Adam diambilah material pembuat Hawa.
- Kristus perlu diistirahatkan dalam pengorbanan di kayu salib, lambung tertusuk lalu keluarlah darah dan air.
- Dari kematian Kristus maka ada sesuatu yang diambil Allah untuk diberikan kepada Gereja, yaitu 'hayat', kehidupan baru.
- Allah telah membangunkan Gereja dari kematian Kristus.
Hawa diambil dari tulang rusuk Adam supaya dekat dihati, Kristus tertusuk lambung dekat dihati supaya dapat menywlurkan kasih yang sempurna.
■ Ketiga ■
Kejadian 2: 21), Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22) Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
-  Yang diciptakan dari tanah (binatang di laut, darat dan yang terbang diudara) bukan jodoh Adam. Jodoh Adam adalah yang bersal dari Adam.
-  Demikian juga Gereja berasal dari Kristus, yang bukan berasal dari Kristus itu bukan Gereja.
Disinilah kita harus mengerti mengapa kita harus bergantung kepada Kristus, karena kita berasal dari Kristus. Gereja yang tidak bergantung kepada Kristus, itu bukan Gereja melainkan hanya perkumpulan pemujaan. Diluar Kristus kita tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan diluar Kristus kita terkutuk (Yeremia 17:5, Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!).

Jadi apakah Gereja itu?
Gereja adalah bagian yang diambil dari Kristus. Dari Adam dibuatlah Hawa, dari Kristus lahirlah Gereja.
Sangat luar biasa bahwa Alkitab menyebut nama perempuan itu sebagai Hawa dalam pernikahannya dengan Adam. Alkitab juga telah memakai 'pernikahan' sebagai sebuah lambang. Beberapa pernikahan yang tertulis dalam Alkitab diartikan sbb:
-  Ribka - Ishak: Lambang Gereja yang diserahkan bagi Kristus.
-  Asnat - Yusuf: Lambang Gereja dipilih dari dunia untuk Kristus.
-  Zipora - Musa: Lambang Gereja dipimpin di padang gurun.
-  Rut - Boas: Lambang Gereja ditebus oleh Kristus.

Jadi Hawa adalah lambang dari Gereja yang muncul pertama kali di bumi dalam rencana agung. Oleh karena itu Rasul Paulus dalam tuntunan Roh Kudus menulis dengan sangat indah dalam Efesus 5:32;  Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

#040617by:nolat

Jumat, 07 April 2017

KEDATANGAN TUHAN YESUS KE 2


KEDATANGAN TUHAN YESUS KALI KE 2

Ternyata masih cukup banyak orang yang skeptis saat mendengat mengenai Akhir Zaman, terbukti dari sikap mereka yang menutup telinga saat mendengar mengenai Akhir Zaman. Pada artikel sebelumnya kita telah melihat 3 perumpamaan zaman yang Tuhan Yesus ibaratkan saat kedatanganNya nanti yang kedua, dan semuanya sedang menuju penggenapannya.
Sebuah nubuatan penting mengenai apa yang akan terjadi di masa depan telah diberitakan di lereng sebuah bukit di luar Yerusalem 2000 tahun yang lalu. Sekumpulan orang-orang yang haus kebenaran berkumpul di sekitar Guru mereka, Yesus dari Nazaret.  Pertanyaan mereka mendorong Yesus untuk memberikan jawaban mengenai hal-hal yang akan terjadi ratusan tahun kemudian, tepatnya di kehidupan Anda dan saya. Yesus memberitahukan tanda-tanda yang menandai saat digenapinya nubuatan itu.
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” ~Matius 24:3
Perhatikan, bahwa murid-murid bertanya mengenai 3 hal dalam ayat di atas, yaitu;
1. Bilamanakah itu akan terjadi (konteksnya ayat 1-2 mengenai kehancuran bait suci ke-2 di Yerusalem)
2. Apakah tanda kedatangan-Mu (parousia)
Tanda kesudahan dunia

Beginilah jawaban Tuhan Yesus
TANDA KEDATANGAN TUHAN (parousia)
Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. ~Matius 24:4-5
Mesias Palsu begentayangan dimana-mana. Semua pemimpin mau menyatakan dirinya menjadi seperti juru selamat dengan membawa kharisma pribadi tetapi mereka sendiri menolak juru selamat yang agung yaitu Kritus Tuhan.

Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. ~Matius 24: 6-7a
Buktinya:
Deru Perang di belahan dunia Timur Tengah yang tak kunjung padam serta beberapa yang sangat signifikan terjadi di benua Afrika.
Deru Perang di dalam negara. PBB mencatat 70% setiap negara menghadapi pemberontakan dalam negeri.

Akan ada kelaparan
Kelaparan. WHO mencatat; di bumi ini 1/3 orang cukup makan, 1/3 kurang makan, dan 1/3 lagi kelaparan.

Gempa bumi di berbagai tempat. ~ Matius 24:7b. Badan BMKG Dunia mengatakan setia hari paling sedikit telah terjadi 5 kali gempa di berbagai tempat di bumi dengan kekuatan yang cukup signifikan.

Tuhan Yesus menegaskan bahwa semua tanda-tanda di atas merupakan permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
24:8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan (pra-aniaya) menjelang zaman baru.

Tuhan Yesus melanjutkan
24:9 Pada waktu itu (merujuk pada masa pra aniaya yang Tuhan Yesus maksud) kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
Penyiksaan terhadap komunitas kristen telah meningkat tajam dalam 10 tahun terakhir ini.
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
Buktinya: Sudah begitu banyak gereja yang dijual karena terjadi penurunan jemaat yang begitu besar, khususnya negara-negara barat.
gereja di jual

Nabi Palsu
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
Buktinya: Di akhir zaman ini, semakin banyak pengajaran yang muncul. Bahkan, tak sedikit yang berani mengekspose nama-nama hamba Tuhan yang dianggap sebagai nabi palsu modern. Anda bisa mencari data-datanya di internet.

Kasih menjadi Dingin
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang menjadi dingin.

24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Buktinya: Saat ini jumlah bangsa yang telah mendapat pemberitaan Injil mencapai jumlah tertinggi dalam sejarah – jika bukan langsung dari para misionaris, mereka mendengar lewat radio, TV, film, alat telekomunikasi, dan internet.

Kamis, 09 Maret 2017

DIPANGGIL MENJADI IMAM

1 Petrus 2:9-10
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Surat Rasul Petrus kepada jemaat Perjanjian Baru ini adalah penegasan tentang keistimewaan Gereja, yang mana keistimewahaan predikat  ini adalah milik umat Israel dalam Perjanjian Lama . Tak dapat dipungkiri bahwa Alkitab menjelaskan tentang Israel pada awalnya adalah bangsa yang spesial oleh karena perjanjian-Nya yang Allah lakukan sendiri dengan Abraham kemudian diteruskan oleh keturunan Abraham sampai kepada janji Tuhan  bagi Daud melalui Isai, ayahnya; Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah (Yes 11:1), yang artinya Kristus akan muncul untuk membangun suatu umat Israel yang baru, yang tidak berdasarkan suku, bangsa dan ras, tetapi umat yang dibangun berdasarkan kasih karunia Allah untuk masuk kepada kerajaan kekal.

Oleh karena itu Rasul Petrus memulai dengan perkataan yang menunjuk kepada Gereja Tuhan;
1. Tetapi kamulah....
Ya, kamulah, seakan jari telunjuk Tuhan sedang menunjuk kepada kita semua, yang oleh kasih karunia Tuhan telah dilayakkan menjadi bagian yang terindah di dalam kekekalan. Kamu...! Apa yang sudah kamu lakukan dengan karya Tuhan yang besar di dalam hidupmu? Kamu..! Apa yang sudah kamu kerjakan untuk mensyukuri keselamatan yang sudah kamu dapatkan melalui pengorbanan Kristus di kayu salib? Kamu.., ya kamu, bukan yang lain...

2. "..bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.
@. Bangsa yang terpilih..., artinya seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan, itu adalah pilihan Tuhan bukan kemampuan seseorang untuk dapat terpilih. Pilihan Tuhan inilah yang kadang sangat sulit diterima oleh orang duniawi walaupun mereka sadar itu adalah kebutuhan mereka.
@. Imamat yang rajani..., artinya setiap orang yang terpilih itu diberikan hak untuk menghadap Allah. (Sebab hanya imam yang dapat melayani pekerjaan Allah).
Kata 'rajani' mempunyai pengertian bahwa orang yang percaya kepada Kristus Tuhan adalah anak-anak Raja yang mewarisi kerajaan-Nya (Wahyu 3:21) dan hanya orang percaya yang dilayakkan melayani Raja diatas segala raja..
@. Bangsa yang kudus..., artinya dibedakan (dikhususkan) dari yang lain. Kekhususan orang percaya adalah "kekudusan".
@. Umat kepunyaan Allah sendiri... Artinya orang percaya menjadi penting karena yang mempunyai dia adalah Allah sendiri. Haleluyah..!

3.  Supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia,... Yesaya 43:21 menyatakan tentang kemasyuran umat yang dibentuk oleh Tuhan. Perbuatan Tuhan yang besar itulah yang harus dimasyurkan oleh Gereja-Nya.

4. Yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
Haleyah.., inilah puncak dari seluruh rencana Tuhan yang direalisasikan kepada Gereja-Nya, dengan cara dipisahkan dari kegelapan masuk kepada terang yang bukan fana (sementara), tetapi terang didalam keabadian. Caranya, terang itu datang dan memperlihatkan diri, terang itu berbeda dengan terang yang lain, dan terang itu berkuasa menghalau kegelapan. Terang itu namanya Yesus Kristus Juru selamat manusia. (Matius 4:16).-

5. Kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
Pernyataan Firman ini, kemudian diterjemahkan oleh Rasul Paulus melalui pewahyuan Roh Kudus, untuk menerangkan maksud hati Tuhan kepada; Kamu...!
Efesus 2:1-5
-  Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
-  Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
-  Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
-  Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
-  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita  —  oleh kasih karunia kamu diselamatkan -

Kamu..! Ya, kamulah imamat yang rajani.., kamulah yang dikhususkan Tuhan untuk menjadi imam yang layak masuk kehadirat kekudusan-Nya.-

~•¤☆¤•~

Jumat, 10 Februari 2017

PERSEMBAHAN YANG HARUM

PERSEMBAHAN YANG HARUM

Matius 26:6-13 (TB)
6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini?
9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin."
10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.
13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Ada dua orang yang menjadi topik kita perenungan kita yaitu Simon si kusta dan seorang wanita yang dikenal sebagai seorang pelacur.

Simon adalah orang yang telah mengalami kesembuhan oleh Tuhan sehingga dia dapat tinggal ditengah-tengah masyarakat kembali. (karena dalam kehidupan Yahudi orang kusta tidak tinggal secara bersama-sama secara sosial sampai mereka benar-benar sembuh). Dan bacaan diatas menunjukan bahwa Simon setelah menglami mujizat kesembuhan, dia menjadi orang yang cukup berada.
Oleh karena itulah Simon berani mengundang Tuhan Yesus bersama-sama dengan para murid-Nya.

Lalu muncul seorang wanita dengan dandanan yang sangat menyolok ala perempuan penghibur menerobos ke dalam rumah Simon yang sedang berbicara dengan Tuhan Yesus beserta para murid, dan bersimpuh tepat di kaki Tuhan, sembari tanpa banyak bicara menumpahkan (memecahkan botol) minyak narwastu, wewangian yang menjadi andalan hidupnya untuk memikat para hidung belang.
Biasanya minyak narwastu yang sangat mahal itu menunjukan kelas layanan seorang wanita pelacur. Mereka menggantung botol pualam berisi minyak narwastu sebagai hiasan leher (kalung) dan menggunakan sangat sedikit saja untuk memberikan orama pemikat bagi laki-laki hidung belang, mengingat harganya sangat mahal.

Apa yang dapat kita petik dari perilaku Simon dan Wanita ini?
Simon, walau telah disembuhkan Tuhan dari penyakit kustanya, tetapi penyakit kusta sesungguhnya belum hilang dari hati Simon sehingga predikat si kusta masih melekat dalam dirinya. Simon merasa cukup dengan kesembuhannya dan jamuan kasih adalah cara dia menjaga hubungan dengan Tuhan Yesus.
Kadang kitapun memperlakukan Tuhan seperti Simon. Asal orang melihat aktifitas kita sebagai orang kristen, dirasa itu sudah cukup.

Berbeda dengan wanita pelacur ini. Dia tidak menutupi dirinya sebagai pelacur. Dia datang kepada Tuhan dengan keadaan dirinya apa adanya. Namun dikaki Tuhan, dia telah memecahkan minyak narwastu yang mahal harganya yang menjadi andalan hidupnya. Dikaki Tuhan dia mau katakan, aku mau memberikan yang terbaik dari apa yang kupegang sebagai kebangganku dan menyerahkan ke dalam tangan Tuhan.
Tuhan melihat hati wanita ini yang mau memulihkan hidupnya kembali dengan melepaskan apa yang menjadi kebanggannya.

Saat ini, kalau ada yang kita miliki dan itu menjadi penghalang atau hambatan kita untuk bertumbuh dalam mengikuti Tuhan, lepaskan sekarang juga.
Biarlah kita menikmati hidup yang dipulihkan total di dalam Tuhan dengan melepaskan kebanggan-kebanggan lahariah kita supaya tidak ada keterikatan predikat masa lalu seperti si Simon mantan kusta yang tetap disebutkan.

Mari memberikan hidup kita seutuhnya kepada Tuhan, supaya dimanapun kita berada, apapun yang kita lakukan semuanya itu mendatangkan keharuman untuk nama Tuhan dipuji.
Roma 12:1; Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

TYb.-

Kamis, 02 Februari 2017

MEZBAH KELUARGA

"SAYA TANTANG ANDA!"

Bacaan: Mazmur 119:41-48

Sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu. Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya (Mazmur 119:43,44)

Saya mendengar suatu cerita tentang sebuah gereja kecil yang mengadakan reuni. Seorang mantan jemaat yang menghadiri perayaan itu telah menjadi seorang jutawan. Ketika ia bersaksi bagaimana Allah memberkatinya selama bertahun-tahun, ia mengaitkan hal itu dengan suatu peristiwa dari masa kecilnya.

Ia mengatakan bahwa ketika masih kecil, saat ia mendapatkan penghasilan pertama, ia memutuskan untuk menyimpannya sampai akhir hidupnya. Namun kemudian seorang misionaris tamu berkhotbah tentang kebutuhan mendesak di ladang misi. Ia bergumul untuk memberikan uangnya itu. "Namun, Tuhan menang," kata lelaki itu. Kemudian, dengan bangga ia menambahkan, "Saya memasukkan uang yang menjadi harta saya itu ke dalam kantung persembahan. Dan saya yakin, alasan Allah sangat memberkati saya adalah karena ketika masih kecil, saya memberikan semua yang saya miliki kepada-Nya." Jemaat terharu mendengar kesaksian itu. Namun, kemudian seorang wanita tua bertubuh kecil yang duduk di depan bersuara, "Saya tantang Anda untuk melakukannya lagi!"

Ada kebenaran penting di balik cerita itu: Prestasi masa lalu bukanlah ukuran kedewasaan rohani saat ini. Mazmur 119:44 mengatakan, "Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa." Pemazmur sadar ia perlu menjaga komitmennya selalu segar setiap hari.

Sebagai orang kristiani, kita tidak dapat mengandalkan kemenangan-kemenangan masa lalu. Saat ini kita harus memberikan kesetiaan kita seutuhnya kepada Tuhan. Maka tak ada orang yang akan menantang kita, "Saya tantang Anda untuk melakukannya lagi!" --DCE

GUNAKANLAH MASA LALU SEBAGAI "PAPAN LONCAT"
BUKAN SEBAGAI "SOFA"

Kamis, 26 Januari 2017

ORANG YANG BERJALAN DENGAN TUHAN

Orang Yang Berjalan Dengan Tuhan Paham Apa Itu Korban

Dalam konteks Perjanjian Lama, persembahan kepada Allah adalah korban yang dipersembahkan diatas mezbah. Para tokoh Alkitab Perjanjian Lama sangat memahami korban mezbah yang dipersembahkan kepada Allah.
Zaman sebelum Hukum Taurat dan segala aturan hidup yang tertib diberikan kepada Musa, mezbah korban telah menjadi sarana ibadah manusia dengan Allah pencipta.
Ingatlah Nuh waktu turun dari Bahtera setelah seratus lima puluh hari mengapung diatas air, mempersembahkan korban diatas mezbah.

Pada zaman Musa, secara spesifik Allah menyuruh Musa mengatur ibadah yang didalamnya ada prosesi mempersembahkan korban, dengan cara Allah.
Dalam Tabernakel (Kemah Musa), Allah sendiri yang memberikan peraturan imam untuk mengatur cara mempersembahkan korban yang kudus dan tak bercela. Maksud dan tujuan petunjuk Allah ini adalah membedakan korban persembahan kepada Allah dengan korban persembahan yang dilakukan kepada dewa-dewa bangsa lain.

Tabernakel yang ada ditengah-tengah orang Israel, adalah bayangan dari Kristus yang berdiam (berada) ditengah-tengah bangsa Israel. (Ibrani 10:1,  Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.) Syukur kepada Allah di dalam nama Tuhan Yesus, bahwa hari ini Kristus bukan lagi bayangan dalam kehidupan kekristenan kita melainkan dia nyata dan diam di dalam setiap pribadi dalam karya Roh Kudus yang ajaib.

Bagaimana prosesi korban persembahan dalam ibadah hukum Taurat? Ingat, ada dua mezbah dalam Tabernakel. Mezbah pertama adalah tempat korban penebusan yang berada di halaman. Tetapi korban yang kedua adalah korban syukur, ini berbicara tentang penyembahan dan pujian yang menyenangkan hati Allah. Tempatnya bukan lagi di halaman melainkan di ruang kudus. Diruang ini benar-benar kudus, karena yang bisa masuk didalamnya hanyalah para imam yang harus memenuhi standar kekudusan Allah.
Sekali lagi, bahwa dalam konteks ibadah Tabernakel, Kristus hanya bayangan, tetapi bagi kita yang hari ini hidup dalam zaman kasih karunia, yang dilayakan untuk ke tempat suci Tuhan melalui korban keselamatan Kristus diatas kayu salib dan setelah dalam karya keselamatan Kristus (hidup dalam pertobatan), kita dilayakan Tuhan membawa korban persembahan imam, yaitu pujian dan penyembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Inilah hal luar biasa yang telah dilakukan Tuhan Yesus bagi kita.

Sama seperti tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama memahami bahwa mezbah korban syukur sangat menyenangkan hati Tuhan, dan kemudian Musa diperintahkan Tuhan untuk melakukan ibadah yang menyenangkan hati Tuhan lewat pelayanan imam didalam ruang suci, demikian kita juga harus melakukan hal yang sama sebagai ungkapan syukur atas semua anugerah dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita.

Ingatlah, Tuhan telah memberikan hidup-Nya kepada kita supaya kita yang berdosa menjadi kudus dan layak memberikan korban syukur kepada Dia yang memang layak menerimanya.
Oleh karena itu, persembahan bagi orang Kristen di zaman kasih karunia ini mempunyai hubungan yang strategis dengan Bapa di surga. Karena hanya orang benar-benar hidupnya berjalan dengan Tuhan paham bahwa mezbah korban syukur (PERSEMBAHAN) adalah sarana rohani yang menjaga hubungannya dengan Bapa di surga serta itulah cara menyenangkan hati-Nya.

Saudara tidak akan pernah kekurangan atau habis segala harta benda oleh karena memberikan persembahan kepada Tuhan. Bawalah segala persembahan syukur kepada Allah ditempat dimana saudara berjemaat. Ingat, hal yang perlu dibawa sebagai persembahan yang menyenangkan hati Tuhan adalah; 1. Kehidupan kita,  2. Memuji dan menyembaha Dia,   3. Berikan persembahan sebagai korban syukur..  Jangan balik urutan ini. Jangan hanya memberikan persembahan di gereja tetapi kehidupan kita justru dipersembahkan kepada keinganan hawa nafsu saja. Atau memuji dan menyembah Tuhan tanpa persembahan alias kikir.. Fakta Alkitab justru mengingatkan kita bahwa oleh karena persembahan yang menyenangkan hati Tuhan itulah kita semakin diberkati dalam segala kelimpahan. Bacalah kisah Ayub, yang oleh karena selalu menjaga hubungannya dengan Tuhan melalui koban mezbah, maka hidupnya dilindungi dan diberkati Allah. Sesaat saja Ayub dicobai oleh karena keinginan iblis, namun setelah kesetiaan Ayub teruji, Allah memberkati dia melebihi apa yang pernah dia dapatkan sebelumnya. Justru kejadian yang dialami oleh Ananias dan Safira dalam Kisah Rasul 5:1-11, itulah menjadi peringatan akan kita, supaya kita juga dapat mempermuliakan Tuhan dengan berkat kekayaan. Amsal 3:9-10, Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Rabu, 11 Januari 2017

SYARAT UNTUK LEBIH DALAM BERSAMA YESUS





2017, DEEPER WITH JESUS
SYARAT UNTUK LEBIH DALAM BERSAMA YESUS

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya. (Mazmur 108:15-18)

Apa yang kita banggakan dari hidup yang singkat ini? Pada akhirnya kematianlah yang memisahkan kita dengan semua kenyataan di dunia ini. Pada saat itulah semua lembaran kehidupan ditutup lalu kita mulai masuk dalam fase ‘yang dilupakan’ orang.

Alkitab berkata, walau hidup kita bisa seharum bunga di padang (prestasi dan segala keberhasilan), tetapi pada akhirnya ada masa, dan kita dilupakan. Generasi demi generasi akan berganti, dan kita tidak diingat lagi. Waktu berjalan dalam lintasannya dan melalukan semua tapak hidup kita.

Namun ada hal yang berbeda ketika kehidupan ini diarahkan dalam rencangan Tuhan. Ya, kita bisa berlalu dan dilupakan zaman, tetapi orang-orang yang dipelihara dalam kasih setia Tuhan, tak sedetikpun akan dilupakan Tuhan. Kita semua pasti terpelihara dalam kasih setia Tuhan, baik hidup di dunia ini maupun hidup dalam kekekalan bersama Kristus di surga. Pada kondisi dunia yang penuh dengan ketidakadilan ini, Tuhan menjanjikan keadilan yang abadi bagi kita dan anak-cucu kita kemudian. Haleluya, terpujilah Kristus Tuhan kita.

Bagaimana supaya kasih setia Tuhan tetap terjaga dalam kehidupan kita? Didalam bingkai Thema pelayanan tahun 2017 Gereja Bethany Indonesia “Shekinah Glory” Sorong, maka langkah awal sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan Tuhan Yesus, hal prinsip yang perlu kita lakukan adalah:

1.       MEMBANGUN MEZBAH

Kisah menarik yang terekam dalam kehidupan Nuh, adalah menjadi contoh dan syarat mutlak bagi kita untuk hidup terpelihara dalam kasih karunia dan supaya kita bisa “Deeper with Jesus” selalu.
Kejadian 8:20-21:   Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
Nuh adalah prodak manusia yang diselamatkan Tuhan pada peristiwa air bah.  Hal yang menarik untuk kita petik dari apa yang dilakukan Nuh adalah:
a.       Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN.  Ketika Nuh menginjakkan kakinya di bumi setelah air bah surut, yang dilakukannya adalah mendirikan mezbah. Sesungguhnya inilah rahasia, mengapa Nuh mendapat kasih karunia Tuhan sehingga diluputkan dari bah. Alasannya Karena sebelum peristiwa air bah, Allah melihat manusia ciptaanNya telah rusak perilakunya. Tetapi Nuh berbeda. Dimana letak perbedaannya? Oh ternyata kebiasaan membangun mezbah bagi seorang Nuh, bukan waktu turun dari bahtera saja tetapi sudah dilakukannya sebelum peristiwa air bah ini terjadi. Jadi yang membuat Allah berkenan menyelematkan Nuh (dan keluarganya) adalah, NUH MEMPUNYAI MEZBAH.
Semua kita yang hidup dalam keselamatan yang sudah Tuhan berikan, wajib membangun mezbah (pribadi maupun keluarga). Apa yang dimaksudkan dengan Mezbah bagi kita di zaman ini? Yaitu persekutuan pribadi (juga keluarga) dengan Tuhan, yang perlu terus terbangun dan terjaga melalui Doa ucapan syukur setiap pagi.
b.      Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu. Bau korban bakaran diatas mezbah adalah kesukaan bagi Allah. Keharuman korban mezbah Nuh itu telah merubah bumi yang terkutuk oleh Karena dosa Adam dan Hawa, menjadi bumi yang diberkati dalam “pekerjaan pengolahan” oleh manusia keturunan Nuh.
Setiap kali kita menaikan doa dan ucapan syukur, didalamnya ada rasa hormat, pujian dan penyembahan bagi Allah, Allah menciumnya sebagai keharuman yang sangat menyenangkan hatiNya.

2.       BAWA PERSEMBAHAN

Setiap persembahan yang dinaikan dengan rasa syukur dan hormat akan Tuhan, Tuhan selalu melihatnya sebagai korban. Ingat perkataan ini; Allah menikmati korban, manusia menikmati hasil.
Bagi orang yang diselamatkan, arti persembahan bagi Tuhan sangatlah mendasar sebagai akibat dari hidup dalam berkat dan pemeliharaan Tuhan.
Pahamilah, Tuhan kita bukan kekurangan sehingga dia butuh biaya hidup lewat persembahan manusia. Tetapi Allah kita rindu menikmati persembahan kita sebagai korban yang harum yang menyenangkan hati-Nya. Ketika kita tahu memberikan persembahan kita sebagai korban syukur kepada Allah, hidup kita akan terpelihara dalam berkat Tuhan. Sebab dengan memberikan persebahan kepada Allah, berarti kita sedang memelihara hubungan antara kita dengan Allah melalui rasa hormat.
Lihatlah bagaimana Abraham telah diberkati luar biasa ketika dia tahu mengucap syukur dan memberikan PERSEMBAHAN SEPERSEPULUH kepada Allah melalui Melkidesedek, Imam Allah yang maha tinggi itu.
Kejadian 14:18-20, Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
Hal yang sama juga kemudian dilakukan oleh Yakub. Saat melarikan diri dari kejaran kakaknya, Esau, dalam perjumpaan dengan Tuhan di Bethel, saat Yakub belum mempunyai apa-apa, janjinya yaitu memberikan sepersepuluh dari setiap berkat yang dia dapatkan dari pekerjaannya.
Kejadian 28:22, Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."
Hasilnya, di rumah Laban, seorang yang penuh dengan tipu muslihat, Tuhan telah menepati janji-Nya kepada Yakub untuk memelihara dan membuat menjadi sangat kaya.

Ingat, Persembahan Persepuluhan MILIK TUHAN dan KUDUS.
Imamat 27:30 Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
Memberikan Persembahan Persepuluhan berarti membuat Tuhan yang paling Utama.
Amsal 28:9-10 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Tahun pelayanan 2017, kita mau “Deeper with Jesus”, hal yang pertama yang perlu kita lakukan adalah; BANGUN MEZBAH dan BAWA KORBAN PERSEMBAHAN.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…