Kamis, 10 Agustus 2017

RENCANA TUHAN TETAP BERJALAN

Rencana Tuhan Tetap Berjalan

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Inilah hal penting yang membedakan orang Kristen dengan yang bukan Kristen, karena kita hidup bukan karena takdir. Pemahaman takdir pasti akan membawa kita kepada fatalisme, yaitu tidak akan ada perubahan bagi seseorang bilamana sesuatu menimpa jalan hidupnya. Tetapi kita, karena Tuhan mau rencanaNya terealisasi dalam kehidupan kita, maka 'pelacur dari Samaria bisa berubah jalan hidupnya kala bertemu dan percaya kepada Tuhan Yesus'.
Tetapi ingat, rencana Tuhan.., bukan rencana kita. Sebab rencana kita sifatnya hanya sementara tidak akan membawa kita kepada kehidupan kekal.

Satu hal yang pasti bahwa Allah merancang kehidupan dengan rancangan damai sejahtera bukan saja di bumi tetapi sejahtera kita sampai kepada kekekalan.
Kadangkala kita terlalu fokus kepada masalah yang kita hadapi dan membuat mata hati dan pikiran kita menjadi tertutup untuk melihat jalan Tuhan. Sementara setiap masalah yang terjadi dalam hidup kita, bagi Tuhan, itu adalah jalan 'untuk belajar berharap teguh' kepada Tuhan, itu hanya suatu proses yang harus kita lewati karena fokus Tuhan kepada kita adalah; Dia ingin melihat hasil akhir.

Oleh karena itu penting untuk kita menyadari tiga hal ini, supaya kita terjaga dan tetap berjalan dalam 'rel' rencana Tuhan yang indah.

1. Kita harus sadar bahwa kita ada dalam rencana Tuhan yang besar.

Mazmur 92:5, Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.
Pikirkanlah hal ini, Tuhan membuat rancangan yang besar di dalam jagad raya oleh karena kita. Besar dan dalamnya rancangan Tuhan di alam semesta ini diperhadapkan kepada kita dan Dia mau kita terlibat didalamnya.
Bagaimana kita bisa terlibat? Sangat sederhana; dedikasikanlah dirimu untuk tunduk dalam setiap rencana Tuhan.
Apa saja pekerjaan Tuhan yang besar ini? Menciptakan ponsel tercanggih? Apakah proyek ruang angkasa? Atau menaklukan planet? Atau  bersiap menghadapi serbuan para elian? Ingatlah prestasi manusia yang mendaratkan pesawat Apolo 11 (pesawat ruang angkasa)ke bulan, dunia tercengang, tapi Tuhan tidak. Tetapi waktu manusia berdosa, Tuhan tercengang dan manusia biasa-biasa saja.
Oleh karena itu maksud Tuhan dalam pekerjaan besar adalah, menyelamatkan setiap manusia dari dosa dan membawa setiap manusia yang menerima keselamatan itu hidup dalam damai sejahtera dari bumi sampai ke Sorga.

2.  Kita harus sadar, kita bukan pembuat rancangan hidup.
Yesaya 55:8-9, Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. 

Kesadaran yang ke dua adalah, kita harus ingat bahwa saat kita membangun rencana hidup diluar Tuhan (tanpa percaya dan libatkan Tuhan) itu artinya kita memilih masa depan yang fana dan kita menjadi berlawanan dengan jalan Tuhan. Artinya apa? Artinya kita melawan Tuhan.
Rancangan manusia hanya setinggi alam semesta, tetapi tancangan Tuhan menjadikan alam semesta adalah bagian yang terkecil dan fana di bawah kekekalan.

3. Kesadaran untuk menerima rancangan Tuhan dibutuhkan 'ketaatan'.
Roma 9:6-8, Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

Tuhan telah menyatakan diri kepada Abraham dan mau merancangkan kehidupan masa depan (sampai anak-cucu) yang sejahtera bagi dia dan keturunanya. Untuk menjawab panggilan Tuhan itu Abaraham tidak membutuhkan sekolah yang tinggi, juga tidak dibutuhkan talenta yang memukau, tetapi hanya dengan "kesadaran taat', janji Tuhan terpenuhi dan terbukti kepada keturunanya bahkan sampai keturunan rohaninya (kita semua)

Ayub pada masa setelah ia melewati proses Tuhan yang dasyat memberikan pesan Tuhan kepada kita; "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal (Ayub 42:2)

Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita semua, amin..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar