Ketenangan dan ketentraman dalam Kristus bukan berarti kita tidak pernah
menghadapi masalah, tetapi ketenangan dan ketentraman akan terjadi apabila
Allah beserta kita.
Mazmur 20:7 “Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.”
Apabila Daud berkata “sekarang aku tahu”, maka sebelumnya Daud tidak
tahu. Tetapi Tuhan menunjukkan kepada Daud, bahwa Dia memberikan kemenangan
bagi orang yang diurapi. Tidak akan ada ketentraman tanpa pengurapan, dan tidak
ada orang yang dapat berkata “saya bisa bawa damai”, kalau orang
tersebut tidak diurapi oleh Tuhan. Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah : “Mengapa
Daud berkata sekarang aku tahu?”. Jawabannya adalah karena Daud pernah
mengalami kehidupan yang berbeda, yaitu dari kehidupan yang dahulu dengan
kehidupan yang kemudian. Daud pernah mengalami kehidupan sebagai seorang
gembala kambing domba dan tahu bagaimana pahit getirnya dalam mengalami
pergumulan hidup.
Tetapi setelah ia menerima pengalaman yang dahsyat dari
Tuhan, maka ia berkata : “sekarang aku tahu”. Berapa banyak orang
Kristen, sudah bertahun-tahun tidak mengalami damai sejahtera baik dalam
melayani Tuhan maupun dalam rumah tangganya. Tetapi mereka berusaha menutupi
apa yang sedang mereka alami, sehingga berapa banyak keluarga Kristen yang
hidup dikelilingi oleh kemunafikan. Berapa banyak orang Kristen beranggapan
bahwa apabila banyak penderitaan, maka kita sedang melakukan kehendakNya, atau
Tuhan merasa senang apabila kita sedang mengalami penderitaan. Itu SALAH.
Bukankah Allah ada di tengah kita sebagai pahlawan yang memberikan kemenangan,
sehingga kita senantiasa bersukacita; artinya : di saat bagaimanapun juga kita
tetap bersukacita karena Tuhan tidak pernah gagal dalam menepati
janji-janjiNya. Dan mengapa seringkali kita tidak tahu bahwa Allah
senantiasa memberikan kemenangan?
Ada beberapa alasan mengapa kita tidak tahu bahwa Tuhan
memberikan kemenangan :
1. Hidup dalam kesombongan
1. Hidup dalam kesombongan
Alkitab berkata jelas, bahwa Allah melawan orang sombong.
Dan firman Tuhan juga berkata “terkutuklah orang yang mengandalkan
kekuatannya sendiri". Oleh sebab itu Daud belajar untuk tidak
mengandalkan kekuatannya sendiri, dan ia berkata “Tuhan adalah gembalaku,
takkan kekurangan aku.”
2. Hidup dalam dosa
Waktu kita hidup dalam dosa, maka kita tidak akan tahu
kuasa Tuhan, sebab Alkitab berkata : “pikirannya dibutakan oleh ilah jaman”.
Dan firman Tuhan juga berkata : “tangan Tuhan bukan kurang panjang, dan
telingaNya tidak kurang tajam; tetapi yang menjadi penghalang berkat itu turun
adalah dosa dan pelanggaran kita". Kita tidak dapat melihat kemulian
Allah turun atas kita karena kita masih hidup dalam dosa. Dosa tidak hanya
berwujud berzinahan saja, tetapi iri hati, dengki dan dendam juga merupakan
dosa. Karena berapa banyak orang Kristen, termasuk hamba Tuhan mempunyai iri
hati antara yang satu dengan yang lainnya.
3. Tidak hidup
dalam firman
Berapa banyak orang Kristen tidak hidup dalam firmanNya.
Padahal firman Tuhanlah yang membersihkan hati dan hidup kita, dan firman
Tuhanlah yang memberikan kekuatan dan oleh karena firmanNya-lah kita hidup dari
kemenangan lepas kemenangan. Sebab orang yang bergaul dengan Allah dan
senantiasa mengandalkan Tuhan maka orang tersebut akan tetap tegap berdiri
walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan rintangan. Pengurapan harus
terjadi kepada setiap orang, bukan hanya pada hamba Tuhan saja, tetapi kepada
setiap orang yang mengaku bahwa dirinya adalah milik Kristus.
Dan ciri-ciri orang yang diurapi Tuhan :
1. Mau berubah
Mengapa kita
tidak mengalami suasana kententraman? Intinya sederhana yaitu karena kita tidak mau berubah. Kita lihat contoh
Daud, Musa dan Abraham adalah orang-orang yang diurapi, dan mereka pernah
mengalami kegagalan, tetapi mereka mau berubah. Kita bukan sekedar mau api dari
Tuhan, tetapi biarlah api Tuhan itu yang merubah hidup kita. Karena kalau kita
hanya berubah secara luar saja maka kita disebut sebagai orang munafik. Selama
ada kemunafikan maka pelipatgandaan tidak akan terjadi dalam kehidupan kita.
2.
Selalu memandang Tuhan
Mengapa kita
tidak bisa masuk dalam ketentraman yang Allah sediakan; mengapa kita terus
masuk di padang gurun dan tidak pernah masuk kebun buah-buahan? Karena kita tidak pernah memandang Tuhan.
Oleh sebab itu kita belajar untuk senantiasa memandang Tuhan. Walaupun kita
mendapat perlakuan tidak adil, kita difitnah ataupun dihina, maka percayalah
bahwa Allah siap untuk memberkati kita, asalkan kita tetap memandang kepadaNya.
Berapa banyak orang tidak dapat memandang Tuhan, karena mereka memandang
jasa-jasa yang telah dilakukan. Tetapi perlu kita ingat bahwa kita bisa berbuat
baik, semuanya itu oleh karena anugerah Allah. Orang yang memandang Tuhan akan
mempunyai semangat, karena orang yang bersemangatlah akan mengalami mujizat.
Orang yang memandang Tuhan, akan takut untuk berbuat dosa, dan orang yang
memandang Tuhan hidupnya mendapatkan kekuatan dari Tuhan.
3. Menjaga hatinya bersih di hadapan Tuhan
Mujizat selalu
berhubungan dengan hati, urapan selalu berhubungan dengan hati. Contohnya :
ketika Samuel hendak mengurapi anak Isai. Samuel memandang siapa yang cocok
diurapi untuk menjadi raja. Samuel beranggapan bahwa anaknya yang tinggi tegap
yang cocok untuk menjadi raja, tetapi Tuhan mengingatkan bahwa manusia melihat
apa yang ada di depan mata tetapi Tuhan melihat hati. Sehingga pada akhirnya,
Daudlah yang diurapi menjadi raja karena hatinya bersih di hadapan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar