Ringkasan Khotbah Ps. Willem Reynier Latuny
Minggu, 25 Sesember 2016.
YESUS TERBESAR
SELAMANYA
Gereja Bethany Indonesia
mengambil thema Natal di tahun ini; YESUS TERBESAR SELAMANYA, melalui Yohanes
3:30-31 Ia harus makin besar,
tetapi aku harus makin kecil. Siapa yang datang dari atas adalah di atas
semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata
dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
Hal ini terbukti dalam pemeliharaan Tuhan terhadap umat-Nya yang sangat
nyata dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi. Ya, Allah yang kekal mau
turun ke dunia dan masuk dalam sejarah manusia serta melibatkan diriNya dalam
kehidupan manusia. Dengan demikian, Ia telah menyatakan diri kepada manusia
bahwa karya terbesar Allah bagi dunia ini adalah membawa manusia ke surga.
Inilah karya terbesar, yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh siapapun, bahkan
nabi-pun tidak bisa melakukan hal ini.
Cara Allah menyatakan kebesaranNya telah dimulai sejak di Eden. Eden
adalah the Presence . Allah menyatakan kekuasaan dan kedaulatanNya dengan
menyerahkan sepenuhnya ke dalam diri Adam, Adam berkuasa dan berdaulat penuh
atas Eden. Siapa Adam? Adam adalah representasi dari Allah, atau dengan kata
lain, Adam adalah Allah yang kelihatan di bumi.
Detail dari karya Allah yang terbesar diawali dengan Kej 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita
menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa
atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas
seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Manusia diciptakan dengan “model” Allah, duplikasi dari gambar Allah.
Allah yang mana? Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Kemudian manusia jatuh di dalam dosa. Gambaran, duplikasi Allah di dalam
manusia menjadi hilang, dan manusia menjadi mahkluk yang fana, yang lemah dan
tak berdaya.
Pada awalnya Kristus tidak perlu mengambil rupa Adam, Karena Adamlah yang
diciptakan dalam rupa Kristus. Adam berdosa dan rupa Kristus hilang. Tadinya
manusia itu adalah mahkluk Allah, tetapi dosa telah menjadikan manusia hanya
menjadi spesies (homo spensies).
Manusia menjadi tidak berdaya Karena dosa. Walaupun dengan segala cara
manusia telah berusaha untuk menyambungkan kembali hubungan dengan Allah,
tetapi selalu gagal, Karena dosa membawa manusia tenggelam ke dasar yang paling
rendah dalam derajat ilahi.
Satu-satunya cara, yaitu Allah ditempat tinggi memutuskan untuk melakukan
tindakan penyelamatan bagi manusia yang berada di dalam jurang dosa. Dengan
cara apa? Dengan cara; ALLAH MAU TURUN KE BUMI. Bagaimana cara Allah turun ke
bumi? Filipi 2:5-7 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan
perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah,
tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus
dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil
rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Haleluya, Allah
melepaskan ke-Allah-anNya, supaya menjadi manusia. Inilah karya Allah yang
terbesar, yaitu “MENEBUS”. Caranya; dengan menjadi serupa dengan manusia yang
berdosa.
Wuaoooow, Alkitab memberikan kesaksian, betapapun rupawan rupa malaikat,
tetapi Allah memilih rupa manusia untuk menyelamatkan manusia. Ingat, malaikat
dilarang memanggil Allah; Bapa…, malaikat dilarang menerima Penyembahan… Tetapi
manusia dilayakan untuk memanggilNya; Bapa, dan dilayakan untuk menerima
Penyembahan, untuk seterusnya penyembahan itu diarahkan kepada Allah.
Jika hari ini, engkau mennyadari bahwa engkau manusia berdosa, ingatlah…;
Allah mau menebus hidupmu.
Daud berdosa, bahkan sangat berdosa. Alkitab menulis kejatuhan Daud hampir
sama banyaknya dengan pertobatannya. Tetapi sekali lagi, Allah mau
menyelamatkan Daud, Allah juga rindu menyelamatkan saudara.
Kitab Perjanjian Baru dibuka dengan kalimat; Krustus Anak Daud. Wahyu
menutup dengan kalimat; Kristus Putera Daud. Daud yang mana? Bukankah Daud yang
berdosa itu?
Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, adalah Tuhan yang terbesar
selamanya. Kalau kita semua menyadari hal ini dengan sungguh, kita akan dapat
menyimpulkan; INILAH NATAL YANG SEBENARNYA.
Tuhan Yesus memberkati kita semua…, Selamat hari Natal 25 Desember 2016 dan
Tahun Baru 1 Januari 2017. Imanuel…!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar