Jumat, 30 Desember 2016

YESUS TERBESAR SELAMANYA



Ringkasan Khotbah Ps. Willem Reynier Latuny
Minggu, 25 Sesember 2016.
YESUS TERBESAR SELAMANYA

Gereja Bethany Indonesia mengambil thema Natal di tahun ini; YESUS TERBESAR SELAMANYA, melalui Yohanes 3:30-31  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
Hal ini terbukti dalam pemeliharaan Tuhan terhadap umat-Nya yang sangat nyata dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi. Ya, Allah yang kekal mau turun ke dunia dan masuk dalam sejarah manusia serta melibatkan diriNya dalam kehidupan manusia. Dengan demikian, Ia telah menyatakan diri kepada manusia bahwa karya terbesar Allah bagi dunia ini adalah membawa manusia ke surga. Inilah karya terbesar, yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh siapapun, bahkan nabi-pun tidak bisa melakukan hal ini.

Cara Allah menyatakan kebesaranNya telah dimulai sejak di Eden. Eden adalah the Presence . Allah menyatakan kekuasaan dan kedaulatanNya dengan menyerahkan sepenuhnya ke dalam diri Adam, Adam berkuasa dan berdaulat penuh atas Eden. Siapa Adam? Adam adalah representasi dari Allah, atau dengan kata lain, Adam adalah Allah yang kelihatan di bumi.

Detail dari karya Allah yang terbesar diawali dengan Kej 1:26  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Manusia diciptakan dengan “model” Allah, duplikasi dari gambar Allah. Allah yang mana? Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Kemudian manusia jatuh di dalam dosa. Gambaran, duplikasi Allah di dalam manusia menjadi hilang, dan manusia menjadi mahkluk yang fana, yang lemah dan tak berdaya.
Pada awalnya Kristus tidak perlu mengambil rupa Adam, Karena Adamlah yang diciptakan dalam rupa Kristus. Adam berdosa dan rupa Kristus hilang. Tadinya manusia itu adalah mahkluk Allah, tetapi dosa telah menjadikan manusia hanya menjadi spesies (homo spensies).
Manusia menjadi tidak berdaya Karena dosa. Walaupun dengan segala cara manusia telah berusaha untuk menyambungkan kembali hubungan dengan Allah, tetapi selalu gagal, Karena dosa membawa manusia tenggelam ke dasar yang paling rendah dalam derajat ilahi.
Satu-satunya cara, yaitu Allah ditempat tinggi memutuskan untuk melakukan tindakan penyelamatan bagi manusia yang berada di dalam jurang dosa. Dengan cara apa? Dengan cara; ALLAH MAU TURUN KE BUMI. Bagaimana cara Allah turun ke bumi? Filipi 2:5-7 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Haleluya, Allah melepaskan ke-Allah-anNya, supaya menjadi manusia. Inilah karya Allah yang terbesar, yaitu “MENEBUS”. Caranya; dengan menjadi serupa dengan manusia yang berdosa.
Wuaoooow, Alkitab memberikan kesaksian, betapapun rupawan rupa malaikat, tetapi Allah memilih rupa manusia untuk menyelamatkan manusia. Ingat, malaikat dilarang memanggil Allah; Bapa…, malaikat dilarang menerima Penyembahan… Tetapi manusia dilayakan untuk memanggilNya; Bapa, dan dilayakan untuk menerima Penyembahan, untuk seterusnya penyembahan itu diarahkan kepada Allah.

Jika hari ini, engkau mennyadari bahwa engkau manusia berdosa, ingatlah…; Allah mau menebus hidupmu.
Daud berdosa, bahkan sangat berdosa. Alkitab menulis kejatuhan Daud hampir sama banyaknya dengan pertobatannya. Tetapi sekali lagi, Allah mau menyelamatkan Daud, Allah juga rindu menyelamatkan saudara.
Kitab Perjanjian Baru dibuka dengan kalimat; Krustus Anak Daud. Wahyu menutup dengan kalimat; Kristus Putera Daud. Daud yang mana? Bukankah Daud yang berdosa itu?

Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, adalah Tuhan yang terbesar selamanya. Kalau kita semua menyadari hal ini dengan sungguh, kita akan dapat menyimpulkan; INILAH NATAL YANG SEBENARNYA.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…, Selamat hari Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 1 Januari 2017. Imanuel…!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar